IndoJobNet - Indonesia Jobs Network
Best Careers for Qualified Candidates


STRATEGI SUKSES MENGHADAPI INTERVIEW

Interview kerja adalah salah satu tahap penting dalam proses mencari pekerjaan. Lamaran dan CV Anda boleh bagus dan menarik, namun bila dalam interview Anda gagal meyakinkan pewawancara, maka pekerjaan yang Anda impikan tinggal kenangan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda benar-benar mempersiapkan diri sebelum datang ke tempat interview. Persiapan yang baik akan memperbesar peluang untuk diterima menjadi karyawan.

Beberapa hal di bawah ini dapat Anda jadikan panduan untuk mempersiapkan diri :

1. PERSIAPAN UMUM

Pastikan kesegaran fisik dan mental Anda dengan istirahat dan relaks satu hari sebelum hari wawancara. Hindari hal-hal yang membuat tegang saraf dan fisik Anda. Tujuannya agar keesokan harinya Anda merasa segar dan siap menghadapi wawancara dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

Baca kembali CV Anda, khususnya bagian-bagian yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Ini akan memudahkan ANda ketika harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan apa yang Anda tulis di CV

Pelajari latar belakang perusahaan. Anda bisa cari informasinya melalui internet, yellow page, teman, saudara, orang tua, tetangga atau yang lain. Informasi apa yang sebaiknya Anda ketahui ? Visi dan misi perusahaan, kultur atau budaya kerja, type karyawan yang disukai (kerja keras ? pulang malam terus ?) dan lain-lain. Informasi yang Anda miliki akan membuat Anda bersemangat saat interview, meningkatkan minat untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Pastikan waktu, tempat, dan siapa yang harus ditemui untuk interview. Cari rute yang optimal, rencanakan keberangkatan Anda. Perkirakan lama waktu di jalan, Jangan sampai macet di jalan, atau salah arah dan tersesat.

Ada baiknya Anda berlatih menjawab pertanyaan yang 'sulit' dari pewawancara. Anda mungkin bisa membuat skenario pertanyaan sendiri berdasarkan isi CV yang Anda tulis. Latih juga cara Anda memperkenalkan diri (siapa Anda, latar belakang pendidikan, pekerjaan, mengapa melamar pekerjaan tersebut)

Pilih dan kenakan busana yang benar. Untuk strategi berbusana yang baik, silakan baca artikel Tips berbusana Profesional saat Interview


2. BERANGKAT INTERVIEW

Jangan sampai datang terlambat. Datanglah "BEFORE TIME", 30 menit sebelumnya, bukan hanya "ON TIME". Lebih baik datang kepagian daripada sampai disana Anda ngos-ngosan, bahkan telat, sehingga pikiran Anda menjadi 'blank'. Juga untuk memberikan kesan baik bahwa Anda disiplin terhadap waktu

Gunakan moda angkutan yang tidak mengganggu penampilan Anda nantinya. Kalau naik motor, perhatikan apakah cuaca akan turun hujan di tengah perjalanan. Pastikan baju dan rambut Anda tidak basah kuyup saat interview.

Hati-hati di jalan, jangan sampai celaka karena terburu-buru, gugup atau tidak konsentrasi


3. SAMPAI DI TEMPAT

Pastikan Anda merapikan penampilan Anda. Pergi sebentar ke restroom (toilet) untuk bercermin dan merapikan busanaAnda.

- Temui receptionist di depan dan sampaikan bahwa sudah ada janji interview. Biasanya Anda akan diminta mengisi formulir calon karyawan baru.


4. SAAT INTERVIEW

Tiba saatnya dipanggil masuk ruang interview, jangan gugup. Tetap percaya diri, bila perlu tarik nafas panjang dan kepalkan tangan Anda (jangan terlihat) untuk menenangkan diri. Tunjukkan kepercayaan diri, jangan minder tetapi juga jangan terlihat sombong. Ingat : Anda butuh pekerjaan, perusahaan butuh karyawan.

Ketika berkenalan, manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Jabat tangan pewawancara dengan erat, UCAPKAN SALAM dan SEBUTKAN NAMA ANDA DENGAN JELAS (Selamat Pagi Pak, saya Albert ...) serta DENGAR / SIMAK / INGAT BAIK-BAIK NAMA PEWAWANCARA. Disinilah biasanya 'penyakit' orang kita. Ketika berkenalan, cuma menempelkan tangan sekilas, menggumamkan nama dengan tidak jelas. Akhirnya nama lawan bicara tidak tahu. Apabila pewawancara menggumamkan nama tidak jelas, tanyakan lagi namanya dengan sopan. Lakukan jabat tangan dengan antusias, wajah tersenyum, dan lakukan kontak / tatap mata. Jangan duduk sebelum dipersilakan, tetap berdiri dengan posisi tegak dan seimbang.

Di awal wawancara, Anda akan diminta memperkenalkan diri. Sebaiknya manfaatkan kesempatan ini dengan baik, Ceritakan siapa Anda, latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya serta mengapa melamar pekerjaan tersebut. Jangan terlalu singkat karena pewawancara ingin mengetahui siapa Anda. Jangan terlalu panjang sehingga pewawancara mengantuk dan bosan. Perhatikan 'bahasa tubuh' pewawancara untuk mengetahui apakah dia sudah merasa cukup dengan jawaban Anda. Atur intonasi (naik turun nada) kalimat Anda agar pewawancara tertarik untuk terus berkomunikasi.

Di dalam wawancara, pewawancara bertanya dan Anda menjawab. Atau bisa sebaliknya ketika Anda diberi kesempatan. Intinya adalah komunikasi dua arah. Jadi dengarkan baik-baik pertanyaan yang diajukan. Pahami terlebih dahulu maksud pertanyaan sebelum Anda mulai menjawab. Jika merasa kurang jelas, jangan ragu-ragu untuk bertanya atau melakukan konfirmasi. Hal ini penting dan pewawancara dengan senang hati akan mengulang pertanyaannya. Jangan sok pintar menjawab meskipun pertanyaannya sendiri belum jelas dimengerti.

Jika tidak mengetahui jawaban sebuah pertanyaan, sebaiknya tidak memaksakan menjawab atau berputar-putar ke sana kemari dalam memberikan jawaban. Ini keliru, karena pewawancara justru akan memandang Anda Interviewer berbelit-belit atau sok tahu. Lakukan langkah yang diplomatis. Jika benar-benar tidak tahu, Anda bisa memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang Anda ketahui dan mengakui belum mengetahui bagian tertentu yang ditanyakan saat ini. Pewawancara lebih menghargai pernyataan jujur ketimbang jawaban yang dipaksakan.

Perhatikan etika saat wawancara. Terkadang Anda grogi ketika wawancara, sehingga etika wawancara pun tak sempat lagi terpikir di benak Anda. Padahal, etika sangatlah penting dan dapat menambah poin untuk diri Anda. Sikap duduk, misalnya. Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki. Jangan asyik mengunyah permen, karena ini tidak sopan dan menimbulkan kesan bahwa Anda tidak serius. Saat berbicara, biasakan menggunakan kata "Saya" daripada menggunakan "Aku" agar tidak meninggalkan kesan arogan. Jangan ragu bertanya ketika Anda diberi kesempatan. Gunakanlah selalu bahasa formal, bukan bahasa 'gaul'.


5. HAL-HAL YANG INGIN DIKETAHUI PEWAWANCARA

Pewawancara sebenarnya ingin menggali informasi apakah seorang kandidat sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ada. Oleh sebab itu pewawancara akan menyelidiki latar belakang apa yang pernah Anda lakukan atau Anda capai sebelumnya, baik pendidikan, pengalaman kerja maupun kegiatan berorganisasi Anda. Juga akan menyelidiki pandangan Anda untuk mengetahui sisi kepribadian Anda sebenarnya.

Jelaskanlah apa yang Anda telah lakukan, termasuk pencapaian dan penghargaan yang Anda peroleh. Ceritakan tantangan, keberhasilan maupun kendala dan kegagalan yang pernah dialami.


6. PERTANYAAN YANG SULIT

Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara 'sambil lalu' akan terasa sulit dijawab bagi Anda. Ini perlu pemikiran dan mungkin latihan terlebih dahulu sebelumnya. Pertanyaan tersebut meliputi :

Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sekarang ? Apa yang disukai dan tidak sukai dari pekerjaan Anda sebelumnya? Persoalan apa yang pernah Anda hadapi di pekerjaan sebelumnya? Bagaimana Anda menyelesaikan persoalan tersebut?

Mengapa memilih melamar pekerjaan ini? Apa yang Anda cari dari pekerjaan yang dilamar sekarang? Apa kelebihan diri Anda sehingga layak diterima di perusahaan ini dibandingkan kandidat lainnya?

Apa kelemahan terbesar diri Anda? Bagaimana Anda mengatasinya? Apa kelebihan Anda ? Bagaimana Anda memandang diri sendiri 5 tahun dari sekarang ?

7. MENGAKHIRI WAWANCARA

Ketika pewawancara mengakhiri sesi wawancara, ucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan wawancara yang diberikan. Pewawancara mungkin langsung menyampaikan hasilnya, mungkin juga Anda harus menunggu jawaban beberapa hari kedepan. Pastikan bahwa Anda menanyakan apa yang harus Anda lakukan setelah ini (ada test psikologi ? harus menunggu hasil wawancara ? ). Jangan lupa menanyakan siapa dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara nantinya.


--- akhir artikel ---









free counters
Indonesia Job Network - www.indojobnet.com